ZAKAT fitrah tentu saja sudah lazim kita dengarkan menjelang bulan
Ramadhan berakhir. Dalam perannya, menunaikan zakat fitrah merupakan
perbuatan untuk mensucikan jiwa bagi orang yang mengerjakan puasa. Sudah
menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk melaksanakan zakat fitrah
yang merupakan bagian dari 5 Rukun Islam yang ke-5. Tidak memandang dia
kaya, miskin, laki-laki atau perempuan, orang dewasa atau anak kecil,
bahkan bayi yang baru terlahir ke dunia pun wajib ditunaikan zakatnya.
Sebagaimana Hadist yang telah diriwayatkan oleh Shahih Bukhari;
الْعَبْدِ عَلَى شَعِيْرٍ مِنْ صَاعًا أَوْ تَمْرٍ مِنْ صَاعًا
الْفِطْرِ زَكَاةَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللهُ صَلَّى اللهُ رَسُوْلُ فَرَضَ
قَالَ عَنْهُمَا اللهُ رَضِيَ عُمَرَ ابْنِ عَنْ
.الصَّلاَةِ إِلَى النَّاسِ خُرُوْجِ قَبْلَ تُؤَدَّى أَنْ بِهَا وَأَمَرَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنَ وَالْكَبِيْرِ وَالصَّغِيْرِ وَاْلأُنْثَى وَالذَّكَرِ وَالْحُرِّ
.الصَّلاَةِ إِلَى النَّاسِ خُرُوْجِ قَبْلَ تُؤَدَّى أَنْ بِهَا وَأَمَرَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنَ وَالْكَبِيْرِ وَالصَّغِيْرِ وَاْلأُنْثَى وَالذَّكَرِ وَالْحُرِّ
Artinya : “dari Ibnu Umar Radhiallohu anhum berkata, Rasullulloh
SAW mewajibkan zakat fitrah satu sho’ dari kurma atau satu sho’ dari
gandum atas budak sahaya, orang merdeka, laki-laki dan perempuan, kecil
dan besar dari umat muslim. Dan Rasul memerintahkan zakat dikeluarkan
sebelum orang-orang mengerjakan sholat (sholat Ied)”. HR. Al-Bukhori, kitabu zakat.
Zakat yang dikeluarkan adalah dari bahan makanan yang kita konsumsi
tiap hari. Di Indonesia layaknya orang mengkonsumsi beras sebagai bahan
makanan pokok. Maka dari itu, beraslah yang kita wujudkan sebagai zakat.
Sho’ adalah satuan ukur yang berlaku di negeri Arab, apabila
dikonversikan dalam kilogram (Kg) maka 1 Sho’ = 2,7 Kg. Di beberapa
daerah, ketentuan zakat sudah diatur melalui Perda yang berlaku.
Tentunya pemerintah menganjurkan beras yang kita keluarkan untuk zakat
adalah beras dengan kualitas yang bagus.
Dari kutipan hadist di atas, Rasululloh SAW jelas mewajibkan
mengeluarkan zakat fitrah sebelum kaum muslimin mengerjakan ibadah
sholat (sholat ied). Hal ini dikarenakan, apabila zakat dikerjakan
setelah kaum muslimin mengerjakan sholat, maka zakat tersebut dihukumi
sebagai sodaqoh seperti layaknya muslim sodaqoh biasa. Hal ini diperkuat
oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitabu zakah sebagai
berikut;
قَبْلَ أَدَّاهَا مَنْ ,لِلْمَسَاكِيْنِ وَطُعْمَةً وَالرَّفَثِ
اللَّغْوِ مِنَ لِلصَّائِمِ طُهْرَةً الْفِطْرِ زَكَاةَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ
اللهُ صَلَّى اللهُ رَسُوْلُ فَرَضَ قَالَ عَبَّاسٍ ابْنِ عَنْ
.الصَّدَقَاتِ مِنَ صَدَقَةٌ فَهِيَ الصَّلاَةِ بَعْدَ أَدَّاهَا وَمَنْ مَقْبُوْلَةٌ زَكَاةٌ فَهِيَ الصَّلاَةِ
.الصَّدَقَاتِ مِنَ صَدَقَةٌ فَهِيَ الصَّلاَةِ بَعْدَ أَدَّاهَا وَمَنْ مَقْبُوْلَةٌ زَكَاةٌ فَهِيَ الصَّلاَةِ
Yang artinya ; “ dari Ibnu Abas berkata, Rasululloh SAW
mewajibkan zakat fitrah, zakat mensucikan bagi orang yang berpuasa dari
perkara yang sia-sia dan perkara yang kotor serta menjadi makan bagi
orang miskin, barang siapa yang menyerahkan zakat fitrah sebelum ibadah
sholat (sholat ied) maka zakat itu diterima. Dan barang siapa yang
menyerahkan zakat fitrah setelah sholat, maka hanya sekedar sodaqoh dari
beberapa sodaqoh”. HR. Abu Dawud, kitabu zakat.
Penyerahan zakat fitrah dianjurkan sebaiknya dapat dilakukan
jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadhan berakhir, hal ini dapat memudahkan
para Amil untuk segera mendistribusikan zakat fitrah yang telah
terkumpul kepada para Mustahiq (penerima zakat fitrah), sebagai
perwujudan menetapi dalil “zakat fitrah diserahkan sebelum mengerjakan
sholat”.
Bagikan
Kewajiban Tunaikan Zakat sebelum Sholat Ied
4/
5
Oleh
m4hru5
